Cerita Liburan Seru

Berbagi Pengalaman Seru Saat Liburan

Pengalaman liburan ke Anyer dan Carita

Ketika saya liburan mengalami Anyer dan Carit. Pada saat itu keluarga saya termasuk nenek saya, ayah, ibu, paman, bibi bersama dengan sepupu ingin pergi ke anyer pantai. Kami meninggalkan pukul 07:00 dan tiba di Pantai Anyer di. 10:00. Jalan-jalan kami melewati hanya jalan tol terus menerus. Setlah di Anyer keluarga saya dan langsung pergi ke tempat tersebut. Setelah itu kita sedang mengambil istirahat.

Pukul 12.00 kami pergi untuk mencari makan siang. Kami makan di rumah makan seafood. Karena sebagian besar keluarga kita tidak suka ikan, perikanan, kita tidak memesan hidangan yang melibatkan ikan. Aku memesan cumi goreng, makanan favorit saya. Sebagian besar restoran yang terletak di Jalan Raya Anyer adalah Sea penjual makanan, dan bahkan masakan ayam kita jarang menemukannya di sini.

Pengalaman liburan ke Anyer dan Carita
Pengalaman liburan ke Anyer dan Carita

Pengalaman liburan ke Anyer dan Carita

Setelah makan siang sekitar pukul 13.00 keluarga kami kembali ke tempat tersebut. Sesampainya di penginapan di mana kita bersantai sejenak. Pukul 16.00 kami mulai bersiap-siap untuk latihan voli pantai dan juga bola basket. Ada kita berolahraga roh kita dan ada bersenang-senang.

Sekitar sekitar pukul 18.00 keluarga kami kembali ke kamar penginapan. Kami mulai membersihkan tubuh dan mandi. Setelah semua selesai, kami melakukan barbeque di teras halaman pondok kami.
Ada sosis, cumi-cumi, kepiting, udang, dan lain-lain. Dan kami akhirnya makan malam.

Pukul 22.00 kami mulai kekenyangan dan waktu untuk istirahat. Kami beristirahat di kamar mereka, karena pondok kami berhenti memiliki 4 kamar.

Liburan pukul 05.00 kita bangun dari tidur kita. Dan karena kita inapi pondok tepat di seberang pantai, kami langsung pergi ke pantai untuk melihat pemandangan bagus. Kami juga melihat gurita pemancing yang kesabaran atas batu menunggu gurita tertangkap di dalam palka kail pemancing ini.

Aku mengobrol dengan pemancing gurita memancing. Aku bertanya beberapa pertanyaan tentang bagaimana memancing gurita, dan ternyata saya di menjual ke gurita memancing di sana, dan aku mencoba untuk memikat gurita. Dengan instruksi, petunjuk yang diberikan oleh pemancing memancing gurita, akhirnya saya berhasil mendapatkan gurita yang cukup besar. Itu adalah pengalaman baru yang menarik. Ternyata harga gurita per kepala ada pada penjualan oleh nelayan ke pedagang di pasar adalah sekitar 20 ribu ke 30 ribu per kepala. Namun menurut saya memancing menangkap apa pun yang pernah putus asa mendapatkannya. Tapi para nelayan sangat sabar di bawah sinar matahari, mereka masih tampak bersemangat untuk memikat Octopus.

Selain gurita memancing saya juga melihat wisatawan lain sibuk mencari kerang laut di antara batu dan saya juga melihat beberapa bersembunyi kepiting di balik batu berongga. Ini suasana mengasikan dari pantai di pagi hari.

Setelah saya mengucapkan selamat tinggal dan terima kasih nelayan, saya kembali ke pondok dan keluarga kami akan naik menara mercusuar dekat penginapan kami. Setelah kami tiba di mercusuar bagi kita dalam memakai dapat naik tiket dari 2.000 rupiah per orang.

Liburan kami mendaki menara mercusuar. beberapa bagian dari tangga ada berpori dan berkarat. Keluarga saya dan melangkah sangat hati-hati mempertimbangkan mercusuar telah lama di bangun, bahkan mercusuar ini dibangun di bawah kekuasaan kolonial Belanda

Akhirnya kami tiba di puncak mercusuar, setelah kurang dari kami menaiki tangga sekitar 13 lantai. Kami dimanjakan oleh pemandangan dari atas mercusuar sangat indah, ditambah dengan angin bertiup angin menambah suasana menjadi sangat indah. Pandangan yang menghadap ke laut dan juga pemandangan jalan Anyer sangat jelas. Ditambah laut biru dan hijau dari pohon-pohon di sekitar jalan raya Anyer, membuat pemandangan yang sangat menakjubkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *